Program
Program Keluarga Harapan
Bantuan Pangan Non Tunai
Data Statistik
Grafik Desil DTKS Per KecamatanSource: DTKS Juli 2019
Maklumat LayananSelengkapnya »

Informasi bagi seluruh operator SIKS-NG di Desa 
Sesuai dengan Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2019 tentang pengelolaan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial

PengumumanSelengkapnya »

Alhamdulillah dengan rahmad Allah Yang Maha Esa, website Dinas Sosial Kabupaten Pacitan telah berhasil di rilis.

Update Berita TerbaruSelengkapnya »
TAGANA : Sinergi Bersama dalam Penanganan Bencana


DINSOS: Wilayah Indonesia merupakan wilayah yang sangat rawan bencana alam, kepulauan Nusantara yang berada di dalam zona tektonik dan deretan gunung api aktif, menyebabkan wilayah ini sangat rawan bahaya goncangan gempa bumi, aktivitas dari patahan, letusan gunung api, dan tsunami.

Latar belakang pembentukannya TAGANA dilandasi lahirnya Undang-Undang No.22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan perubahan sebagaimana mandat konstitusi, dimana Departemen Sosial tidak lagi memiliki Kanwil dan Kandep Sosial di masing-masing provinsi, bergesernya peran para Pekerja Sosial Kecamatan (PSK) dan pupusnya perhatian Tenaga Penanggulangan Bencana yang sudah berpengalaman. Seperti Tim Reaksi Cepat (TRC), Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dan Tim Penanggulangan Bencana di masing-masing Kantor wilayah, Sementara fenomena bencana alam yang semakin kompleks dan luasnya jangkauan wilayah Negara Indonesia serta kesadaran masyarakat terhadap bencana, menuntut terbentuknya tenaga terlatih bidang kebencanaan dari kalangan muda yang disebut Taruna Siaga Bencana (TAGANA).

TAGANA adalah relawan sosial atau Tenaga Kesejahteraan Sosial berasal dari masyarakat yang memiliki kepedulian dan aktif dalam penanggulangan bencana bidang perlindungan sosial. Merupakan salah satu organisasi sosial yang bergerak dalam bidang penanggulangan bencana alam dan bencana sosial berbasiskan masyarakat dimana keberadaannya sangat dibutuhkan oleh masyarakat baik dalam kondisi terjadi bencana maupun tidak. Tugas pokok Tagana pada saat tanggap darurat yakni di bidang Logistik, Shelter dan Dapur Umum, namun dalam upaya pencegahan yang utama adalah pada saat sebelum bencana terjadi, yaitu Tahap Kesiapsiagaan.

“Tugas Tagana adalah membantu Pemerintah dalam melaksanakan penanggulangan bencana baik pada saat pra bencana, saat tanggap darurat maupun saat pasca bencana serta tugas-tugas penanganan permasalahan sosial lainnya yang terkait dengan penanggulangan bencana. Untuk itu saya yang senada dengan Bapak Bupati sangat mengapresiasi apa yang telah teman-teman lakukan untuk menolong sesama, harapan kami kedepan kita lebih solid lagi dan lebih baik dalam bertugas,” Kata Sumorohadi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pacitan, dalam sambutannya di acara diskusi dan evaluasi yang dipandu Luky Puspitosari selaku Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial dan diikuti seluruh anggota Tagana Kabupaten Pacitan.

Dalam operasional penanggulangan bencana, Tagana menganut 3 prinsip yakni:
- One Command (Satu Komando)
- One Rule (Satu Aturan)
- One Corps/Unity (Satu Korsa/Unit)
MOTO TAGANA : “We are the first to help and care” dan memiliki SLOGAN : "Sigap dan Tanggap". (Dinsospacitan/PemkabPacitan).

BELAJAR KESIAPSIAGAAN TANGGAP BENCANA

pacitan (kamis 07 september).Desa Sirnoboyo Belajar Kesiapsiagaan Tanggap Bencana


Desa Sirnoboyo menggandeng Tagana Dinas Sosial (Dinsos) Pacitan dalam rangka peningkatan Kesiapsiagaan/Tanggap Bencana. Kemarin, Kamis (07/09). Dimana Tagana mempunyai peran menyosialisasikan cara membuka persiapan Dapur Umum bagi korban bencana.


Pelatihan tersebut spesifikasi ditujukan kepada perangkat desa dan masyarakat tentang apa yang perlu disiapkan, bagaimana cara memanfaatkan bahan makanan selama pasca terjadinya bencana.


Selain Tagana Dinsos Pacitan, Pemerintah Desa Sirnoboyo juga menggandeng BPBD Pacitan dan PMI, hal ini untuk mengedukasikan kepada perangkat desa dan masyarakat Desa Sirnoboyo dalam menghadapi situasi bencana. Sehingga dampak yang akan muncul tidak terlalu parah dan tidak mengalami banyak kerugian.


Sosialisasi Dapur Umum dipimpin langsung oleh Kasi Perlindungan Bencana Korban Bencana Alam Sugino.


Dalam kesempatan tersebut dirinya mengatakan aktivasi Dapur Umum ini identik dengan penanganan dampak bencana yang sesuai dengan tugas dan fungsi dari Kemensos RI.

“Memang tidak mudah dalam menjalankan kegiatan Dapur Umum pasca bencana tapi kami berharap masyarakat mampu teredukasi dengan baik dan mampu memahami bagaimana cara memanfaatkan bahan makanan selama pasca bencana.” Pungkasnya. (DinsosPacitan/DiskominfoPacitan)

DUKUNGAN LAYANAN PSIKOSOSIAL UNTUK ANAK

PACITAN.Dukung Layanan Psikososial Untuk Anak


Pekerja Sosial, Dinas Sosial Kabupaten Pacitan menyelenggarakan Layanan Dukungan Psikososial dan Pemberian Paket Sembako untuk anak yang orang tuanya meninggal karena covid-19.


Layanan Dukungan Psikososial ini memberikan layanan psikis atau trauma healing kepada anak-anak dengan memberikan edukasi dan motivasi. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Panti Werdha, kemarin (11/10).


Acara ini dihadiri oleh Kepala UPT PSTW Magetan Ucu Rubiasih, Kepala Rehabilitasi Sosial Anak dan Lanjut Usia Yoyok Sugeng Waluyo, Pekerja Sosial Madya Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).


Eva Noor Martani Peksos Kabupaten Pacitan mengatakan, sasaran LDP ini untuk 50 anak dari 12 Kecamatan. Namun yang dihadirkan dalam acara resmi hanya 14 anak dari Kecamatan Pacitan. Untuk 11 Kecamatan lainnya akan dilakukan Home Visit.


“Kami berharap dengan adanya kegiatan ini mampu memberikan penguatan serta dukungan moril bagi keluarga khususnya anak-anak, juga meminimalisir dampak traumatik yang dirasakan oleh anak.” kata Eva. (DinsosPacitan/DiskominfoPacitan).

KSB Dukung Destana

Sementara Mensos RI sebelumnya dikabarkan mendapatkan laporan dari kajian BMKG bahwa Kabupaten Pacitan berpotensi terjadi gempa berskala 8,2 SR. Ini memicu tsunami setinggi 28 meter, pemerintah tentu harus menyiapkan potensi tersebut secara cermat dan penuh persiapan.

 

“Dengan adanya kunjungan dari Menteri Sosial RI, disimpulkan bahwa Kabupaten Pacitan mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintahan Pusat. Untuk kedepannya Dinas Sosial Pacitan berupanya mencanangkan program tanggap bencana kepada masyarakat Pacitan.” Kata Sunaryo, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pacitan, (13/09).

 

Langkah awal Dinas Sosial adalah mendata masyarakat Pacitan dan mengutamakan kelompok data anak-anak, disabilitas maupun lansia. Untuk saat ini Dinas Sosial juga sudah membentuk 6 Kampung Siaga Bencana (KSB). Yaitu di Kecamatan Donorojo (Desa Kalak, Sendang, Widoro) nama: KSB Kandang Doro Tangguh, Kecamatan Pringkuku (Desa Dersono, Watu Karung, Candi) nama: KSB Putra Samudra, Kecamatan Pacitan (Desa Kembang, Sirnoboyo) nama : KSB Jangkar Grindulu, Kecamatan Kebonagung (Desa Purwoasri, Banjarejo, Karanganyar, Kebonagung) nama: KSB Buwono Keling, Kecamatan Ngadirojo (Desa Sidomulyo, Hadiwarno, Hadiluwih) nama : KSB Wonolopo dan di Kecamatan Arjosari (Desa Jati Malang, Arjosari) nama : KSB Jatisari.

 

Pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB) bertujuan untuk memberikan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang bahaya dan risiko bencana, serta mengedukasikan masyarakat untuk tanggap bencana. Program lain yang sudah berjalan adalah Taruna Tanggap Bencana (Tagana) Masuk Sekolah, bertujuan untuk mensosialisasi dan mengedukasi pelajar tentang tanggap bencana.

 

“Kepada masyarakat Pacitan dimohon untuk tidak panik dalam menanggapi berita dari BMKG ini. Pemerintahan Kabupaten Pacitan melalui Dinas Sosial beserta OPD terkait akan terus mengupayakan program-program untuk mengantisipasi bencana yang diprediksi akan terjadi di Kabupaten Pacitan.” pungkas Sunaryo.