


Melayani Dengan Ramah dan Santun
Melayani Dengan Ramah dan Santun
PACITAN – Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) 2025 di Jawa Timur dimanfaatkan sebagai momentum penguatan solidaritas sosial sekaligus kepedulian lingkungan melalui kampanye Tanam Siram yang digelar di Alun-Alun Pacitan, Senin (22/12/2025).

Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim melalui Dinas Sosial (Dinsos) Jatim itu mengusung tema Solidaritas Tanpa Batas Menuju Indonesia Emas. HKSN tahun ini tidak hanya menjadi ajang refleksi nilai-nilai gotong royong, tetapi juga pengingat pentingnya menjaga keseimbangan antara kepedulian sosial dan kelestarian alam.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan, HKSN 2025 terasa istimewa karena diintegrasikan dengan kampanye pelestarian lingkungan Tanam Siram. Gerakan ini dimaknai lebih dari sekadar kegiatan menanam pohon, tetapi menjadi simbol solidaritas untuk masa depan.
“Setiap pohon yang ditanam hari ini merupakan wujud kepedulian terhadap anak cucu di masa mendatang, sementara setiap tetes air yang disiramkan menjadi doa agar bumi tetap lestari dan terhindar dari berbagai ancaman bencana,” terangnya.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Gubernur Khofifah juga melakukan aksi tanam mangrove bersama 550 pilar sosial Jawa Timur. Aksi ini menjadi wujud kolaborasi nyata antara kepedulian sosial dan upaya pelestarian lingkungan melalui pelestarian ekosistem pesisir.
Menariknya, kehadiran orang nomor satu di Jatim itu disambut meriah dengan gerakan flashmob tanam siram tanam yang diikuti pilar sosial se-Jatim. Mulai dari Taruna Siaga Bencana (Tagana), Pelopor Perdamaian (Pordam), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), hingga Pekerja Sosial Masyarakat (PSM).
Pemilihan Kabupaten Pacitan sebagai lokasi kegiatan dinilai strategis mengingat potensi wilayah pesisir yang dimilikinya. Keberadaan mangrove dan kawasan hijau di wilayah ini bukan hanya menjadi keindahan alam, tetapi juga berfungsi sebagai benteng pertahanan alami dalam menghadapi ancaman bencana.

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa peringatan HKSN harus dimaknai sebagai penguatan komitmen bersama dalam menjaga kesetiakawanan sosial dan kelestarian lingkungan. Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap berbagai inovasi sosial yang terus berkembang di Jatim.
“Penguatan jaminan sosial bagi pekerja rentan, penanganan anak tidak sekolah, pemberdayaan penyandang disabilitas, serta berbagai bentuk kepedulian lainnya menjadi bukti bahwa semangat kesetiakawanan masih mengalir deras dalam jiwa masyarakat Jawa Timur,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa kondisi sosial Jawa Timur menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan data terkini, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jatim tahun 2025 mencapai 76,13, sementara angka kemiskinan turun menjadi 9,50 persen pada Maret 2025. Meski demikian, ia menegaskan bahwa berbagai persoalan sosial masih membutuhkan perhatian dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
Sebagai wujud nyata kepedulian Pemprov Jatim, pada peringatan HKSN 2025 ini Gubernur Khofifah menyerahkan 500 bibit tanaman, Zakat Produktif Ultra Mikro kepada 100 penerima manfaat, serta penghargaan berupa 13 unit kendaraan roda tiga bagi pemenang Gerakan Bersih dan Lestari untuk Kabupaten Pacitan, Ponorogo, dan Trenggalek. Di akhir acara, Gubernur Khofifah juga meninjau stan pameran Program Kewirausahaan Inklusif Produktif Jawa Timur Sejahtera (KIP Jawara) dan penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) yang telah graduasi.